PADANG PARIAMAN | Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meresmikan hunian sementara atau huntara yang telah siap dihuni bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu 24 Januari 2026. Peresmian ini menjadi penanda penting bahwa negara tidak sekadar hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mengawal proses bangkitnya masyarakat hingga kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Peresmian huntara dilakukan secara serentak dari Kabupaten Agam dan diikuti secara daring oleh sejumlah daerah terdampak lainnya di Sumatera Barat, termasuk Padang Pariaman. Dua lokasi utama di daerah ini, yakni Asam Pulau dan Batang Anai, menjadi titik perhatian karena telah menyelesaikan pembangunan puluhan unit huntara yang kini siap ditempati oleh warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana.
Dalam sambutannya, Pratikno menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan langkah awal yang krusial dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia agar pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat, tetapi harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih secara sosial, ekonomi, dan psikologis.
Menurut Pratikno, hunian sementara bukan hanya tempat berteduh, melainkan ruang bagi keluarga untuk kembali membangun harapan. Dari tempat inilah anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang, orang tua bisa menata ulang kehidupan, dan komunitas bisa kembali beraktivitas secara normal sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa di kawasan Asam Pulau telah dibangun 34 unit huntara, sementara di Batang Anai terdapat 40 unit yang seluruhnya telah rampung dan siap dihuni oleh warga penerima manfaat.
Setiap unit huntara dibangun dengan standar kelayakan dasar. Rumah dilengkapi dengan listrik, toilet di dalam, serta akses air bersih, sehingga warga tidak lagi harus hidup dalam kondisi darurat yang berkepanjangan. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa lingkungan huntara mendukung kehidupan yang sehat dan aman.
Lebih jauh, John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa kawasan Batang Anai direncanakan tidak hanya sebagai lokasi hunian sementara, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan hunian tetap di masa mendatang. Dengan demikian, huntara ini menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang untuk relokasi warga ke kawasan yang lebih aman dari ancaman bencana.
Selain penyerahan kunci, pemerintah juga menyalurkan berbagai paket bantuan kepada keluarga penerima huntara. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan rumah tangga, perlengkapan tidur, peralatan dapur, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan pendidikan bagi anak-anak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga pada masa awal menempati hunian baru.
Kegiatan peresmian ini juga melibatkan sejumlah pejabat pusat dan daerah, baik yang hadir langsung maupun secara daring. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, dan unsur masyarakat dinilai menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat yang mengikuti kegiatan secara daring dari Batang Anai turut menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.
Bagi masyarakat penerima, huntara bukan sekadar bangunan baru, tetapi simbol kepastian setelah masa-masa penuh ketidakpastian. Banyak warga mengaku lega karena kini dapat kembali tinggal bersama keluarga di tempat yang lebih aman dan manusiawi, setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan.
Peresmian huntara di Padang Pariaman ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata. Dengan hunian sementara yang layak, masyarakat diharapkan dapat melangkah lebih kuat menuju pemulihan total, sembari menanti terwujudnya hunian tetap yang aman dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi: Pembangunan huntara harus menjadi awal dari perencanaan pemulihan jangka panjang yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan warga. Pengawasan, keberlanjutan program, serta percepatan pembangunan hunian tetap menjadi kunci agar semangat bangkit pascabencana benar-benar terwujud di tengah masyarakat.










Komentar