oleh

ST Deddy Firmansyah Angkat Isu LGBT dalam Reses, Tekankan Peran Keluarga dan Lingkungan

-BERITA-604 Dilihat

Padang Pariaman,  Sumbartoday | Isu LGBT menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam kegiatan reses ST Deddy Firmansyah, SH, Anggota DPR Padang Pariaman, yang digelar di PSAABR Lubuk Alung, Minggu (1/2/2026). Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana dialog terbuka, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Dalam pertemuan itu, ST Deddy Firmansyah menyampaikan keresahan yang banyak disuarakan masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia dini dan remaja. Menurutnya, perubahan sosial yang cepat dan perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga.Ia menyoroti penggunaan gawai dan akses terhadap konten digital yang dinilai belum sepenuhnya ramah anak. Kondisi tersebut, menurut Deddy, memerlukan perhatian bersama agar tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang generasi muda.Dalam pemaparannya, ST Deddy Firmansyah juga menjelaskan pengertian LGBT sebagai singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, istilah yang digunakan untuk merujuk pada orientasi seksual dan identitas gender tertentu. Penjelasan ini disampaikannya sebagai bagian dari edukasi agar masyarakat memahami istilah yang kerap menjadi perbincangan publik.

Deddy menegaskan bahwa diskusi ini bukan untuk menghakimi individu, melainkan untuk merespons kegelisahan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai penting adanya ruang dialog agar persoalan yang sensitif dapat dibahas secara terbuka dan bertanggung jawab.

Menurut pandangan yang disampaikan dalam forum tersebut, terdapat sejumlah faktor yang dinilai memengaruhi perilaku sosial anak dan remaja, di antaranya pola asuh dalam keluarga, lingkungan pergaulan, serta pengaruh media digital. Faktor-faktor ini disebut perlu menjadi perhatian utama para orang tua dan pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, turut dibahas pula kekhawatiran masyarakat terkait isu kesehatan. Pandangan yang berkembang dalam forum menyebutkan adanya risiko penyakit menular seksual yang sering menjadi perhatian publik, meskipun hal ini disampaikan sebagai kekhawatiran sosial, bukan kesimpulan medis dalam forum tersebut.

ST Deddy Firmansyah menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak. Ia mengimbau agar orang tua lebih aktif dalam melakukan pengawasan, komunikasi, dan pendampingan terhadap anak di tengah derasnya arus informasi digital.

Reses tersebut juga menghadirkan Dede, seorang pemerhati dan penggiat isu LGBT, sebagai narasumber pendamping. Kehadirannya dimaksudkan untuk memperkaya sudut pandang diskusi dan membuka ruang dialog yang lebih luas.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, ninik mamak, Bundo Kanduang, serta perwakilan Karang Taruna. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap isu-isu sosial yang menyentuh kehidupan keluarga.

Tidak hanya dialog, pada hari yang sama juga dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan ini diberikan oleh tim kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dari IFG Tim, sebagai bentuk kepedulian sosial yang menyertai kegiatan reses.

Melalui kegiatan ini, ST Deddy Firmansyah berharap aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak dan penguatan ketahanan keluarga harus menjadi agenda bersama.

TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed