oleh

Pekan Budaya Padang Pariaman Dibatalkan Sepihak, Masyarakat Katapiang Marah: “Kami Akan Tetap Gelar Acara Ini!”

-BERITA-2487 Dilihat

Padang Pariaman – 10 Juli 2025 | Gelombang kekecewaan dan kemarahan datang dari masyarakat Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman membatalkan secara sepihak pelaksanaan Pekan Budaya ke-1 Baghalek Gadang, yang sedianya digelar mulai 10 hingga 12 Juli 2025.

Kegiatan budaya besar ini sebelumnya telah dipromosikan secara resmi oleh pihak Pemda, bahkan disiarkan langsung oleh Bupati melalui berbagai platform media sosial. Namun secara tiba-tiba, pembatalan dilakukan tanpa alasan yang jelas, hanya berselang sehari sebelum acara berlangsung.

“Memalukan dan Menyakitkan!”

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh Bdr. Rajo Sampono, salah seorang ninik mamak dan pemuka adat Tanah Ulayat Nagari Katapiang.

> “Memalukan! Itu satu-satunya kata yang pantas. Kami merasa tidak dihargai, tidak dianggap, dan dibuang begitu saja setelah semua persiapan kami rampungkan. Ini bukan acara kami pribadi. Ini acara yang diminta dan digagas oleh Pemda sendiri,” tegasnya dengan nada kecewa.

 

Ia menambahkan, seluruh masyarakat telah bersatu menyambut acara ini, bahkan menyiapkan tempat, atraksi budaya, serta pelaku seni dari berbagai penjuru nagari.

> “Kami tidak pernah meminta acara ini dibuat. Tapi Pemda yang datang menawarkan, mengundang, dan mengumumkan sendiri di hadapan publik. Kini mereka pula yang membatalkan seenaknya. Kami merasa harga diri kami diinjak-injak,” tambahnya.

 

Menyikapi hal itu, masyarakat Katapiang memutuskan untuk tetap melaksanakan acara tersebut secara mandiri, tanpa dukungan Pemerintah Daerah, dan mengubah nama kegiatan menjadi “Pekan Budaya Nagari Katapiang – Baghalek Gadang 2025”.

Tokoh Masyarakat: “Ini Bisa Picu Konflik Sosial!”

Sementara itu, Anwar Efendi dr Satu, tokoh masyarakat Padang Pariaman yang dikenal vokal terhadap isu-isu sosial dan budaya, menyayangkan tindakan Pemda yang dinilainya sebagai “kesalahan fatal”.

> “Belum pernah saya menyaksikan kepala daerah yang tidak sinkron dengan warganya seperti ini. Ini tindakan sepihak yang ceroboh dan bisa berdampak luas terhadap kepercayaan publik. Kalau tidak segera diselesaikan, ini bisa memicu konflik berkepanjangan,” tegasnya.

 

Ia juga mempertanyakan siapa sosok atau pihak di balik pembatalan mendadak acara budaya yang sudah dijadikan agenda resmi tersebut.

> “Ada yang tidak beres di balik keputusan ini. Siapa sebenarnya yang membatalkan dan apa motifnya? Ini bukan sekadar urusan teknis, ini soal komitmen pemerintah terhadap budaya dan masyarakatnya sendiri,” ujarnya menutup.

 

Masyarakat Bergerak, Budaya Tak Boleh Mati

Meski dikecewakan, masyarakat Katapiang menunjukkan sikap tegas dan penuh harga diri. Mereka menyatakan akan tetap menyelenggarakan acara Pekan Budaya Nagari Katapiang – Baghalek Gadang 2025, dengan segala daya dan upaya, sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan pelecehan terhadap nilai-nilai adat serta kearifan lokal.

Kini, sorotan publik tertuju pada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Banyak yang bertanya: Apa alasan sebenarnya di balik pembatalan ini? Siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah budaya lokal kini hanya dijadikan komoditas politik musiman?

Yang jelas, masyarakat sudah bersuara lantang. Dan ketika kepercayaan mulai terkikis, maka yang lahir bukan hanya kemarahan — tapi juga perlawanan.

TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed