PD. PARIAMAN | Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir SIK MSI kembali menunjukkan kepedulian kuat terhadap warga kurang mampu dengan memberi perhatian langsung kepada Susi Elidahyanti, seorang janda enam anak di Kampuang Ladang, Nagari Sei Abang, Kecamatan Lubuk Alung. Susi selama ini hidup dalam kondisi serba terhimpit dan bahkan tidak pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.
Bentuk kepedulian itu diwujudkan melalui penyaluran bantuan sembako pada Senin, 24 November 2025. Paket bantuan tersebut diserahkan kepada Susi oleh Kabag SDM Polres Padang Pariaman Kompol Al Achyar, didampingi Bhabinkamtibmas Ayublisman serta personel lainnya, atas arahan langsung Kapolres AKBP Ahmad Faisol Amir.
Susi Elidahyanti yang berasal dari Sei Geringging harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya setelah suaminya, Zulkifli—seorang sopir harian—meninggal dunia enam bulan lalu. Sejak itu ia menjadi satu-satunya penopang hidup bagi keenam anaknya.
Untuk menyambung hidup, Susi bekerja sebagai pencetak bata dengan upah hanya Rp50 ribu untuk seribu bata. Namun pekerjaan itu terhenti dalam beberapa minggu terakhir akibat cuaca buruk, membuat penghasilan keluarga benar-benar terputus.
Di tengah kondisi tersebut, enam anaknya hidup dalam keterbatasan. Hanya satu anak yang masih bersekolah, yakni anak perempuan ketiganya yang duduk di bangku sekolah dasar. Anak tertua bekerja serabutan, sementara anak kedua tidak mampu beraktivitas dan harus menjaga tiga adik bungsunya setiap hari.
Kondisi rumah kontrakan yang mereka tempati pun jauh dari layak. Rumah kayu itu telah dipenuhi lubang, dinding lapuk, dan atap bocor. Setiap hujan membuat lantai basah dan udara dingin menusuk, menambah beban keseharian keluarga kecil ini.
Melihat keadaan tersebut, Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir memberikan perhatian khusus. Melalui Kabag SDM Kompol Al Achyar, Kapolres menegaskan bahwa pendidikan adalah hak semua anak, dan negara telah menanggung biayanya. Ia meminta agar anak-anak Susi kembali bersekolah agar tidak terjerat lingkaran kemiskinan.
Pesan itu disampaikan dengan penuh empati ketika bantuan diberikan. Kompol Al Achyar menyampaikan keprihatinan mendalam Kapolres atas kondisi keluarga Susi dan menegaskan bahwa Polres Padang Pariaman siap memberikan pendampingan lanjutan.
Saat menerima bantuan, Susi tidak mampu menahan air mata. Dalam tangisnya ia mengaku merasa hidup dalam kesepian selama ini. “Awak urang miskin dan bodoh, ndak ado yang peduli jo awak,” ucapnya lirih. Namun kedatangan jajaran Polres pada hari itu menjadi secercah harapan baru untuk dirinya dan keenam anaknya.
Dengan tulus, Susi menyampaikan terima kasih kepada Kapolres AKBP Ahmad Faisol Amir melalui Kabag SDM Kompol Al Achyar yang telah datang meski hujan deras dan banjir menghalangi. Menurutnya, kepedulian tersebut bukan hanya bantuan, melainkan penyelamat semangat bagi keluarganya.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini disusun untuk memberikan gambaran utuh mengenai kondisi sosial warga kurang mampu serta upaya Polres Padang Pariaman dalam menjangkau mereka. Informasi disajikan berdasarkan data dan wawancara di lapangan.
YL










Komentar