Padang | Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman massal 24 jenazah korban banjir bandang dan longsor Sumatera Barat yang belum teridentifikasi. Pemakaman berlangsung di TPU Bungus, Teluk Kabung, Kota Padang, Rabu siang, disaksikan aparat, relawan, dan masyarakat yang datang memberi penghormatan terakhir.
Ke-24 jenazah tersebut sebelumnya disemayamkan di RS Bhayangkara Padang. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan medis dan proses identifikasi, termasuk pencocokan DNA, tidak satu pun dari jenazah itu berhasil dikenali atau diklaim oleh pihak keluarga. Atas pertimbangan kemanusiaan dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk menunggu lebih lama, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah memutuskan untuk melaksanakan pemakaman secara layak.
Prosesi pemakaman didahului dengan penyalatan jenazah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Hujan yang turun sejak pagi menambah suasana duka yang mendalam di antara para pelayat. Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA memimpin langsung jalannya kegiatan dengan pendampingan penuh personel Polda Sumbar serta aparat setempat.
Irjen Gatot menyebut pemakaman massal ini adalah bentuk penghormatan terakhir kepada para korban yang kehilangan nyawa dalam bencana besar tersebut. Ia juga menegaskan bahwa meskipun tidak teridentifikasi, seluruh proses tetap dijalankan dengan penuh penghormatan sesuai standar kemanusiaan.
Di lokasi pemakaman, setiap liang lahat disiapkan rapi dan diberi nisan bertanda khusus. Identitas sementara dipasang untuk memudahkan jika suatu saat ada keluarga yang datang dan ingin melakukan pencocokan lebih lanjut. Aparat memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur.
Para korban yang dimakamkan berasal dari sejumlah wilayah terdampak, termasuk Agam, Padang Pariaman, hingga Padang Panjang. Sebagian besar ditemukan dalam kondisi yang menyulitkan proses identifikasi cepat, mengingat besarnya dampak banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat beberapa hari sebelumnya.
Selain upaya pemakaman, tim SAR gabungan hingga kini masih melanjutkan pencarian sejumlah warga yang dilaporkan hilang. Pemerintah daerah juga terus mempercepat pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, serta pemulihan infrastruktur di titik-titik terdampak.
Tragedi banjir bandang ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Barat. Pemakaman massal tersebut menjadi penanda bahwa masih banyak cerita dan keluarga yang belum menemukan jawaban atas hilangnya sanak saudara mereka.
YL










Komentar