oleh

Langkah Nyata Pasca Banjir: Aprinaldi Antar Relawan ITB Tinjau Lokasi Korban

-BERITA-216 Dilihat

PADANG PARIAMAN | Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemulihan pascabencana dengan menghadirkan tim relawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ke wilayah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (23/12/2025).

Kehadiran relawan ITB ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Bersama Aprinaldi, mereka meninjau langsung sejumlah nagari terdampak, di antaranya Balah Aia, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, dan Pasir Laweh di Kecamatan Lubuak Aluang, guna melihat kondisi riil masyarakat korban bencana.

Di setiap lokasi, rombongan menyempatkan diri berdialog dengan warga yang rumahnya hanyut dan rusak berat akibat terjangan banjir bandang beberapa pekan lalu. Bagi masyarakat, kedatangan rombongan ini menjadi simbol hadirnya harapan baru setelah masa-masa sulit yang mereka lalui.

Tujuan utama relawan ITB adalah membantu perencanaan dan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana. Di Nagari Anduriang, tim relawan didampingi langsung oleh Camat Kayutanam dan Wali Nagari Anduriang saat melakukan peninjauan lapangan.

Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Haza Gemilang Abadi, yang menyatakan kesiapan membangun kembali rumah warga terdampak banjir dan longsor di Pasie Laweh, Lubuk Aluang, serta Balah Aia Kayu Tanam. Sinergi lintas pihak ini menjadi kunci percepatan pemulihan.

Masuknya perusahaan dan relawan ke Padang Pariaman tidak terlepas dari peran komunikasi aktif yang dibangun oleh Aprinaldi. Sebelumnya, tim relawan ITB juga telah mengunjungi calon penerima hunian tetap di Palembayan, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari rangkaian misi kemanusiaan mereka di Sumatera Barat.

Sebagai institusi pendidikan teknik tertua dan ternama di Indonesia, ITB dikenal memiliki kapasitas keilmuan dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam perencanaan konstruksi, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran para akademisi ini diharapkan memberi solusi yang tepat dan tahan jangka panjang.

Camat Lubuk Alung, Dion Franata, menyampaikan bahwa total rumah yang rusak, punah, dan hanyut di wilayahnya mencapai 79 unit. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak bencana yang harus segera ditangani secara serius.

“Di Pasie Laweh Lubuk Alung saja, ada 74 rumah yang rusak,” ungkap Dion Franata di hadapan relawan ITB dan perwakilan PT Haza Gemilang Abadi, yang telah berkomitmen membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Rasa syukur dan terima kasih juga disampaikan Camat Lubuk Alung bersama Wali Nagari Pasie Laweh atas kehadiran Datuak Rajo Intan dari ITB beserta rombongan. Apresiasi khusus diberikan kepada Aprinaldi yang dinilai konsisten mengawal langsung proses pemulihan masyarakat.

“Beliau bersama rombongan benar-benar berniat membantu masyarakat kami membangun kembali rumah. Sekitar 79 rumah di Pasie Laweh perlu direkonstruksi atau dibangun ulang,” ujar salah seorang perwakilan nagari. Alhamdulillah, para profesor ITB berencana menangani pembangunan tersebut.

Datuak Rajo Intan menegaskan komitmen ITB dalam membantu korban bencana di Sumatera Barat. “Di Sumbar ada sekitar 3.000 korban, namun kami akan fokus pada 1.000 unit di beberapa lokasi. Yang terpenting data jelas dan masyarakat siap, kami akan mendukung percepatan pembangunan,” tegasnya.

 

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun untuk menyoroti kolaborasi kemanusiaan antara unsur legislatif daerah, akademisi, dan sektor swasta dalam membantu pemulihan korban bencana alam di Padang Pariaman, dengan menekankan sisi kepedulian, harapan, dan kerja bersama.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed