oleh

Palak Gadang Mangopoh Dilanda Ketakutan Pasca Banjir, Bundo Salmi Menangis Memohon DAS Ulakan Dibersihkan

-BERITA-1221 Dilihat

Padang Pariaman | Hujan deras yang terus mengguyur Sumatera Barat seakan memperpanjang trauma warga Palak Gadang Mangopoh, Kecamatan Ulakan Tapakis. Banjir beberapa hari lalu telah meninggalkan jejak ketakutan yang sulit dilupakan. Saat tim Sumbartoday turun ke lokasi bersama Camat Ulakan Tapakis, Efineldi, dan Wali Korong Palak Gadang Mangopoh, Afel, suasana mencekam masih terasa.Aliran Sungai Batang Ulakan dipenuhi tumpukan bambu dan sampah sepanjang hampir 300 meter. Air tidak bisa mengalir deras, dan setiap tetes hujan membuat warga semakin gelisah. Rumah-rumah yang berada di bantaran sungai terasa rawan tergerus air, terutama saat malam hari. “Kami takut kalau air tiba-tiba meluap lagi. Rumah kami bisa hilang,” ujar Bundo Salmi, seorang ibu rumah tangga, suaranya bergetar saat berbicara.

Sebelumnya, rumah-rumah warga terendam air dengan ketinggian 2 hingga 4 meter. Banyak keluarga terpaksa mengungsi, meninggalkan sebagian besar harta benda mereka. Kenangan pahit itu masih melekat, membuat setiap tetesan hujan menjadi sumber kecemasan.

Di hadapan Camat Efineldi dan Wali Korong Afel, Bundo Salmi memohon agar aliran Batang Ulakan segera dibersihkan dari tumpukan bambu. “Kami ingin tidur dengan tenang lagi. Kami ingin merasa aman. Tapi bagaimana bisa kalau air masih mengancam setiap malam?” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Camat Ulakan Tapakis, Efineldi, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah memetakan titik-titik kritis dan berkoordinasi dengan petugas untuk segera membersihkan sungai. “Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami berusaha secepat mungkin agar aliran sungai kembali normal dan warga tidak lagi dihantui rasa takut,” jelasnya.

Wali Korong Afel menambahkan, kondisi daratan pemukiman warga memang mulai terkikis karena aliran sungai tersumbat. “Kami khawatir kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa lebih parah. Warga butuh rasa aman segera,” ujarnya.

Trauma pasca banjir masih terasa. Anak-anak tampak enggan bermain di luar, dan lansia memilih menginap di rumah kerabat. Suasana malam yang seharusnya tenang berubah menjadi waktu yang menegangkan karena warga selalu waspada mendengar suara air sungai.

Tim Sumbar Today mencatat bahwa pembersihan tumpukan bambu dan sampah adalah langkah krusial. Tidak hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga untuk memulihkan ketenangan dan rasa aman warga. Setiap batang bambu yang diangkat dari aliran sungai adalah harapan kecil bagi warga untuk bisa tidur tanpa rasa takut.

Warga berharap bantuan segera datang, baik dari pemerintah, relawan, maupun pihak terkait lainnya. Mereka percaya, dengan aliran sungai yang lancar, ketakutan perlahan bisa digantikan oleh rasa aman dan harapan.

 

Catatan Redaksi: Sumbartoday akan terus memantau perkembangan pembersihan Batang Ulakan dan kondisi warga Palak Gadang Mangopoh. Kami berkomitmen menghadirkan informasi yang humanis dan dekat dengan pengalaman masyarakat terdampak.

YL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed