oleh

Di Tengah Duka Bencana, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin Pastikan Identitas Korban Ditemukan dengan Martabat

-BERITA-581 Dilihat

SUMBAR | Duka akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat perlahan menemukan titik terang. Di balik kesedihan keluarga korban, kepastian identitas menjadi kunci penting untuk menutup penantian panjang yang penuh harap dan doa. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, tampil memimpin langsung proses kemanusiaan ini dengan memastikan setiap jenazah diperlakukan secara bermartabat dan profesional.

Bertempat di RS Bhayangkara Tk. III Padang, Brigjen Pol. Solihin menyampaikan perkembangan terbaru proses Disaster Victim Identification (DVI). Dengan pendekatan ilmiah melalui pemeriksaan DNA, tim gabungan berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban bencana, sebuah capaian penting di tengah kompleksitas kondisi pascabencana.

Identifikasi pertama memastikan jenazah dengan nomor AM 73 terkonfirmasi sebagai Jaruni, setelah kecocokan DNA dengan anak kandungnya. Proses ini menjadi jawaban atas penantian keluarga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian. Sementara itu, jenazah nomor AM 123 berhasil dikenali sebagai Dusra Maini, ayah biologis dari Ihwanda Saputra, dan satu jenazah lainnya teridentifikasi atas nama Irna Silvia.

Brigjen Pol. Solihin menegaskan bahwa identifikasi bukan sekadar prosedur teknis, tetapi menyangkut nilai kemanusiaan dan hak keluarga korban. Setiap langkah dilakukan secara transparan, akurat, dan bertanggung jawab agar tidak menyisakan keraguan di kemudian hari.

Menurutnya, penanganan korban bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama, mulai dari unsur kepolisian, tenaga medis, pemerintah daerah, hingga dukungan aktif masyarakat. Semua bergerak dengan satu tujuan, memulihkan martabat para korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.

Di tengah capaian tersebut, Brigjen Pol. Solihin juga menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi. Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor dan bersedia memberikan data pendukung, termasuk sampel DNA, demi mempercepat proses pencocokan.

Proses identifikasi ini juga memiliki dampak langsung terhadap pemulihan sosial masyarakat. Kepastian identitas korban menjadi dasar penting bagi penyaluran bantuan pemerintah, termasuk santunan bagi keluarga korban meninggal dunia serta bantuan lanjutan lainnya.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait menegaskan bahwa data yang valid adalah syarat utama agar bantuan pascabencana dapat disalurkan secara tepat sasaran. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam pendataan menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.

Lebih dari sekadar angka dan prosedur, proses DVI di Sumatera Barat mencerminkan wajah negara yang hadir di saat rakyatnya tertimpa musibah. Kepemimpinan Brigjen Pol. Solihin dalam mengawal langsung proses ini memperlihatkan bahwa penegakan hukum dan kemanusiaan berjalan seiring, terutama di masa krisis.

Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, harapan perlahan tumbuh. Kepastian identitas membuka jalan bagi keluarga untuk melanjutkan hidup, sementara sinergi semua pihak menjadi fondasi kuat bagi pemulihan Sumatera Barat ke depan.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed