oleh

Ny. Sari Gatot Tri Suryanta Jenguk Maulana Arkan, Empati Tulus yang Membuat Bocah Kecil Itu Mulai Tersenyum

-BERITA-77 Dilihat

PADANG, SUMBAR | Di sebuah ruang perawatan RS Bhayangkara Tk. III Ny. Sari Gatot Tri Suryanta Hadir di Sisi Maulana Arkan, Ketulusan yang Menguatkan Anak Kecil Korban Kekerasan, suasana haru terasa begitu kuat ketika Ny. Sari Gatot Tri Suryanta datang mendekati tempat tidur kecil Maulana Arkan. Bocah berusia dua tahun itu sempat hanya diam menatap sekelilingnya dengan wajah murung. Namun perlahan, saat Ny. Sari Gatot Tri Suryanta memeluk dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang, ekspresi takut yang selama ini terlihat di wajah Arkan mulai berubah menjadi rasa nyaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Nama Ny. Sari Gatot Tri Suryanta menjadi perhatian banyak orang bukan karena sebuah seremoni ataupun pencitraan, melainkan karena ketulusannya saat mendampingi Maulana Arkan yang sedang menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan permainan, Arkan justru harus merasakan luka fisik dan trauma mendalam akibat kekerasan yang dialaminya.

Kondisi tubuh Maulana Arkan membuat banyak hati tersentuh. Luka bekas pukulan, gigitan, hingga kulit melepuh akibat siraman air panas menjadi bukti penderitaan yang dialami anak kecil tersebut. Namun yang paling memilukan bukan hanya luka di tubuhnya, melainkan sikap diam Arkan ketika pertama kali ditemukan dan dibawa masyarakat menuju kepolisian. Ia tidak menangis, tidak memberontak, dan tidak meminta pertolongan. Seolah rasa sakit sudah terlalu akrab dengan dirinya.

Saat laporan diterima, personel Polresta Padang bergerak cepat melakukan penyelamatan. Ipda Ghivari Iman Sanika, S.Tr.K., bersama jajaran kepolisian segera membawa Maulana Arkan ke RS Bhayangkara Tk. III Padang agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Langkah cepat itu menjadi awal penyelamatan bagi bocah kecil yang selama ini hidup dalam ketakutan.

Di tengah proses pemulihan tersebut, kehadiran Ny. Sari Gatot Tri Suryanta membawa suasana berbeda di ruang perawatan Arkan. Ia datang tanpa menjaga jarak. Dengan penuh kelembutan, Ny. Sari Gatot Tri Suryanta duduk mendekat, mengusap kepala Arkan, memegang tangannya, lalu mengajaknya bermain menggunakan mobil-mobilan kecil yang dibawanya.

Momen ketika Ny. Sari Gatot Tri Suryanta mencium kening Maulana Arkan menjadi pemandangan yang membuat suasana ruangan mendadak hening. Tidak sedikit yang menahan haru melihat bagaimana seorang anak kecil yang sebelumnya tampak ketakutan mulai berani menatap wajah orang-orang di sekelilingnya. Pelukan hangat itu seolah menjadi bahasa yang dipahami Arkan bahwa dirinya kini berada di tempat yang aman.

Ny. Sari Gatot Tri Suryanta juga terlihat beberapa kali berbicara lembut kepada Arkan sambil tersenyum tipis mencoba membuatnya nyaman. Meski Arkan belum banyak bicara, respons kecil mulai terlihat dari gerak tubuh dan sorot matanya. Ia mulai memegang mainan yang diberikan dan sesekali memperhatikan wajah orang-orang yang ada di dekatnya.

Perhatian yang diberikan Ny. Sari Gatot Tri Suryanta bukan hanya menyentuh keluarga dan tenaga medis, tetapi juga masyarakat yang mengikuti perkembangan kondisi Maulana Arkan. Banyak yang menilai bahwa empati seperti itulah yang sebenarnya dibutuhkan korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma mendalam. Bukan sekadar perhatian sesaat, tetapi rasa peduli yang benar-benar datang dari hati nurani.

Di balik seragam dan jabatan, kehadiran Ny. Sari Gatot Tri Suryanta memperlihatkan sisi kemanusiaan yang begitu kuat. Ia tidak hanya datang melihat kondisi korban, tetapi benar-benar mencoba menghadirkan rasa nyaman bagi seorang anak kecil yang sedang kehilangan rasa aman dalam hidupnya.

Sementara itu, personel kepolisian yang berada di lokasi juga tampak menjaga suasana agar tetap hangat dan nyaman bagi Arkan. Mereka berbicara pelan, membantu kebutuhan perawatan, dan memastikan bocah tersebut tidak merasa sendirian menghadapi masa sulitnya. Sikap itu memperlihatkan bahwa Polri tidak hanya bekerja dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam sisi kemanusiaan.

Kehadiran Ny. Sari Gatot Tri Suryanta di sisi Maulana Arkan perlahan membawa perubahan kecil yang sangat berarti. Senyum yang sempat hilang mulai kembali muncul. Tatapan takut yang sebelumnya terlihat perlahan berubah menjadi rasa ingin percaya kepada orang-orang di sekitarnya. Bagi banyak orang, perubahan kecil itu menjadi harapan besar bagi masa depan Arkan.

Apa yang dilakukan Ny. Sari Gatot Tri Suryanta kepada Maulana Arkan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seorang anak korban kekerasan, pelukan hangat dan perhatian tulus bisa menjadi langkah awal untuk memulihkan luka batin yang selama ini tersimpan dalam diam.

Semoga Maulana Arkan tumbuh kembali dengan kehidupan yang lebih baik dan penuh kasih sayang. Dan semoga ketulusan yang diperlihatkan Ny. Sari Gatot Tri Suryanta menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada kepedulian yang hadir dengan tulus demi membantu mereka yang sedang terluka.

Kepedulian kepada korban, terutama anak-anak, menjadi bagian penting dari wajah humanis Polri untuk masyarakat. Sentuhan empati dan perlindungan sosial adalah bentuk nyata bahwa kemanusiaan harus selalu hadir dalam setiap langkah pengabdian.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed