oleh

Saat Polisi dan Mahasiswa Bersatu Menanam Masa Depan di Kampus UIN IB Padang

-BERITA-68 Dilihat

SUMBAR | Pagi itu udara Sungai Bangek terasa lebih sejuk dari biasanya. Hamparan hijau di kawasan Kampus UIN Imam Bonjol Padang dipenuhi langkah-langkah sederhana yang membawa makna besar. Di tangan para mahasiswa, personel kepolisian, hingga civitas akademika, bibit-bibit pohon diangkat dengan penuh hati-hati, seolah sedang menitipkan harapan baru untuk masa depan Sumatera Barat, Kamis, 7 Mei 2026.

Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini di Sumatera Barat memang terasa berbeda. Tidak ada kemegahan berlebihan ataupun seremoni panjang yang kaku. Yang terlihat justru kebersamaan antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan dalam satu gerakan sederhana: menanam kehidupan.

Biro SDM Polda Sumbar bersama jajaran Polres se-Sumatera Barat melaksanakan penanaman 1.156 pohon secara serentak di berbagai daerah. Namun di balik angka itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan penghijauan.

Di kawasan kampus UIN Imam Bonjol Sungai Bangek, Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M. Ridha turun langsung ke lokasi penanaman. Dengan mengenakan pakaian lapangan sederhana, ia ikut memegang cangkul, membantu menyiapkan tanah, lalu menanam bibit pohon bersama mahasiswa.

Sesekali senyum hangat terlihat ketika dirinya berbincang dengan mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut. Tidak ada sekat formal antara aparat dan generasi muda pagi itu. Semua larut dalam semangat yang sama: menjaga bumi agar tetap hidup untuk masa depan.

Menurut Kombes Pol Anissullah, memilih lingkungan kampus sebagai lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Dunia pendidikan, katanya, harus menjadi tempat lahirnya kesadaran besar tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

“Kalau ilmu berkembang tetapi alam rusak, maka generasi mendatang juga yang akan merasakan dampaknya. Karena itu pendidikan dan kelestarian lingkungan harus berjalan bersama,” ungkapnya di sela kegiatan.

Bibit yang ditanam pun bukan sekadar tanaman biasa. Mayoritas merupakan pohon produktif seperti durian, alpukat, dan matoa yang nantinya diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.

Di beberapa sudut lokasi, mahasiswa terlihat sibuk menyiram tanaman yang baru ditanam. Ada yang memotret momen bersama, ada pula yang bercanda sambil membersihkan tanah di tangan mereka. Suasana itu membuat kegiatan penghijauan terasa lebih hangat dan penuh nilai kemanusiaan.

Kegiatan tersebut seakan menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Menanam satu pohon saja sudah menjadi bentuk kepedulian terhadap kehidupan di masa depan.

Gerakan serentak ini juga melibatkan seluruh jajaran Polres dan Polresta di Sumatera Barat. Dari daerah pesisir hingga kawasan pegunungan, penanaman dilakukan dengan semangat yang sama. Ada yang menanam di halaman sekolah, kawasan hijau, hingga lahan masyarakat.

Polresta Padang tercatat menjadi wilayah dengan jumlah penanaman terbanyak. Disusul Polres Solok Kota dan sejumlah wilayah lainnya yang ikut menghadirkan gerakan hijau di daerah masing-masing.

Tidak hanya pohon buah, berbagai jenis tanaman lain seperti mahoni, manggis, jengkol, petai, cemara laut hingga gaharu juga ikut ditanam. Kehadiran berbagai jenis tanaman itu menjadi simbol keberagaman sekaligus upaya menjaga keseimbangan alam di Sumatera Barat.

Bagi banyak mahasiswa yang hadir, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sosok yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan generasi muda.

Semangat humanis itu terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak ada jarak antara pejabat, personel, dosen maupun mahasiswa. Semua bekerja bersama di bawah sinar matahari pagi, dengan tangan yang sama-sama berlumur tanah.

Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, Polda Sumbar ingin meninggalkan sesuatu yang lebih bermakna daripada sekadar dokumentasi kegiatan. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan akan tumbuh besar, memberi keteduhan, buah, dan manfaat bagi banyak orang di masa mendatang.

Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis alam semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, langkah sederhana seperti menanam pohon justru menjadi simbol harapan yang paling tulus.

Dan pagi itu, di tanah Sungai Bangek yang masih basah oleh embun, harapan-harapan kecil itu mulai ditanam satu per satu oleh tangan-tangan yang percaya bahwa masa depan harus dijaga mulai hari ini.

Catatan redaksi: Kehadiran Polri melalui kegiatan sosial dan lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan humanis dengan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed